Museum Suaka Budaya Kasunanan Surakarta
Alamat : Dalam Keraton Surakarta Jawa Tengah
Nama Museum Suaka Budaya Kasunanan Surakarta diberikan oleh Presiden Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia dengan maksud agar museum tersebut menjadi tempat perlindungan benda-benda budaya yang bernilai tinggi. Museum ini menempati bekas kantor kadipaten sehingga bentuknya memanjang karena kantor kadipaten sesuai fungsinya pada waktu itu menjadi tempat pengelolaan administrasi keraton. Didirikan atas prakarsa Menteri Perhubungan Darat Pos dan Telekomunikasi pada waktu itu, Bapak GPHA Djatikusumo, dan dibuka untuk pertama kalinya pada waktu menerima Tourist PATA I tahun 1963.
Museum yang berlokasi di Baluwarti, Pasar Kliwon, Surakarta ini memiliki beragam koleksi milik Keraton Surakarta berupa benda-benda bernilai arkeologis (arca batu dan perunggu dari masa Hindu-Buddha), sejarah (kursi dan almari yang pernah dipakai Paku Buwono X, senjata-senjata, dandang berukuran super besar untuk menanak nasi pada waktu perang), etnografi, dan seni tradisional. Selain itu, terdapat juga foto raja-raja serta kereta-kereta raja yang kebanyakan buatan negeri Belanda.



























































































































Telah berpulang, Bapak Gathut Dwi Hastoro, Ketua AMIDA DKI Jakarta "Paramita Jaya", pada Selasa, 29 Maret 2016 sekitar pukul 21.10 WIB. Beliau yang juga lama mengabdi sebagai Ketua UPK Kota Tua Jakarta merupakan sosok pejuang dan pengabdi permuseuman Indonesia.
Keluarga permuseuman Indonesia kembali kehilangan. Salah satu pejuang museum yang selama ini dikenal berdedikasi dalam mengelola Museum Kereta Api Ambarawa, Tri Prastiyo, dikabarkan berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa pada April 2016.
Alangkah terharunja hati saja tatkala saja mengundjungi suatu museum di Mexico-city. Museum itu ialah museum Sedjarah Perdjoangan Nasional Mexico. Saja terharu
Pada galibnya, kita serupa dengan museum. Aku juga terpanggil mempersembahkan karya masterpiece dalam sentuhan modern.
Media sederhana ini merupakan bagian dari pelaksanaan program dan agenda Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Pusat yang bermuara pada satu sasaran utama, yakni pembangunan karakter dan pekerti bangsa (nation and character building) sebagai landasan terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, semulia cita-cita para founding father.