• screen 1 2
  • prambanan dan jam gadang
  • pura-wayang
  • Sawah dan danau 2
  • pelebon ami 1
  • photo ami 2 fl
  • photo ami 4 klentheng
  • photo ami 5 fl
  • photo ami 6
  • photo by M. Bundhowi
  • photo by M. Bundhowi
  • photo by M. Bundhowi
  • photo by M. Bundhowi
  • photo by M. Bundhowi
  • photo by M. Bundhowi
  • photo by M. Bundhowi
  • photo by M. Bundhowi

SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI ASOSIASI MUSEUM INDONESIA (AMI) PUSAT

MELALUI AMI, MEMULIAKAN KEBUDAYAAN MELALUI MUSEUM


NEGERI ini patut bersyukur dikaruniai warisan budaya nan luhur, begitulah ungkap Putu Supadma Rudana (38) sembari mengawali wawancara dengan JournalBali.com, di tengah lalu lintas Jakarta yang petang itu di luar kebiasaan terasa lebih lengang. Putu Rudana merupakan Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) yang terpilih dalam Munaslub di Bandar Lampung, 27 Juni 2012 lalu.


"Setiap kali melewati Monas dengan tugu kebanggaan kita yang menjulang tinggi itu, ada rasa haru dan juga sebentuk tekad saya untuk memuliakan nilai-nilai warisan budaya sebagai bagian dari upaya kita guna mewujudkannya menjadi kepribadian dan pekerti bangsa atau nation and character building," tuturnya kali ini dengan nada yang tenang dan mendalam. Bagaimana pandangan Putu Rudana, President The Rudana yang menaungi Yayasan Seni Rudana, Museum Rudana dan Pusat Penelitian, Pengkajian dan Dokumentasi Budaya DESTAR, yang baru-baru ini meluncurkan buku Bali Inspires dan sebelumnya buku Menuju Visi Sempurna, Seni Budaya Sebagai Jiwa Bangsa, perihal persoalan-persoalan budaya dan problematik kehidupan kekinian kita? Simak dialog lebih jauh ini.

 

Apa makna rumah bagi kehidupan Anda? Bagaimana konsep dan latar filosofinya?

 

Rumah bukanlah semata untuk singgah, berteduh, ataupun tempat tinggal, melainkan juga ruang bagi kebersamaan kita demi mengisi serta mengolah diri. Dalam berbagai kebudayaan, kita mengenal konsep keharmonian yang berlandaskan penghormatan kepada Tuhan, sesama manusia serta alam lingkungan. Di Bali, nilai-nilai keharmonian yang dijunjung tinggi tersebut berlandaskan pada falsafah Tri Hita Karana, yang penerapannya dalam tata kelola ruang dan lingkungan, termasuk rumah di dalamnya, disebut sebagai asta kosala-kosali. Dengan berpedoman pada acuan ini, sebuah rumah tentulah dibangun tidak semata mempertimbangkan keelokan dan keindahan yang kasat mata atau sekala, akan tetapi diharapkan juga memberikan keteduhan yang menentramkan hati secara spiritual atau niskala.


Di sisi lain, bagi saya pribadi, rumah juga memiliki nilai-nilai yang luhur, di mana di dalamnya terkandung semangat kekeluargaan, kebersamaan serta kemuliaan ketulusan. Berbagai interaksi yang hangat dan penuh persahabatan terjalin di sana, sehingga menciptakan keselarasan sekaligus kebahagiaan bagi hari-hari kita di masa kini maupun nanti.


Indonesia pada dasarnya, menurut saya, adalah sebuah rumah, tepatnya Rumah Budaya, yang menaungi hasil olah cipta dan warisan luhur budaya suku-suku bangsa yang bermukim di Nusantara. Menimbang hal tersebut, merupakan suatu tantangan tersendiri bagi kita untuk menjaga keselarasan, tenggang rasa dan toleransi di tengah keberagaman kekayaan kultural negeri ini. Dengan demikian, konsep Rumah Bangsa sebagai Rumah Budaya, layak diimplementasikan dan diwujudkan sekaligus menjadi ruang kebersamaan kita.

 

Terkait hal itulah, saya melihat museum memiliki peran simbolis sekaligus strategis sebagai upaya kita membangun Rumah Budaya. Tidak sebagaimana yang dibayangkan oleh sebagian besar masyarakat, museum terbukti dapat difungsikan juga sebagai laboratorium kebudayaan, di mana para ahli, pakar aneka bidang dan generasi muda dapat mengembangkan ide-ide kreatif serta gagasan-gagasan cerdasnya berdasarkan suatu telaah yang lebih mendalam terhadap apa yang telah dicapai oleh para leluhur melalui karya-karya berupa apapun yang tersimpan di dalamnya. Dengan demikian, museum juga dapat menjadi suatu Rumah Budaya, yang tidak semata menghadirkan karya-karya para maestro, namun juga turut berperan dalam apresiasi atas capaian seni, sekaligus media edukasi bagi semua pihak.


Jawaban Anda menarik, terutama terkait hubungan museum dengan Rumah Budaya. Bagaimana penjelasan lebih jauh mengenai hal ini?


Ya, saya memiliki cita-cita untuk menjadikan museum sebagai Rumah Budaya yang menaungi beragam wujud seni-budaya, baik hasil cipta para maestro tradisi maupun kreasi seniman-seniman modern, termasuk mereka yang telah lama berkiprah maupun yang tengah meneguhkan eksistensinya. Caranya ialah dengan menghadirkan aneka program yang tidak hanya kreatif dan inovatif, namun juga mengedepankan sisi apresiatif yang mendorong tumbuhnya kehidupan kultural yang lebih dinamis dan berkesinambungan.


Perlu diingat, peran museum, terlebih di era kompetisi global seperti sekarang ini, sungguh sangat strategis. Saya kira adalah suatu yang tidak berlebihan bila dalam Diskusi dan Komunikasi Museum se-Indonesia serta Musyawarah Asosiasi Museum Indonesia beberapa waktu lalu, mengemuka suatu dialog tentang layaknya menjadikan museum beserta organisasi pengelolanya menjadi semacam center of excellence. Yakni, semacam laboratorium yang memungkinkan para ahli dalam melakukan suatu kajian dan program akademis secara tepat guna, untuk mengembangkan pemikiran atau menghasilkan kreasi-kreasi inovatif yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa, baik itu tataran filosofis maupun tataran praksis.

 

Sebagaimana juga apresiasi masyarakat dan pemerintah di mancanegara terhadap keberadaan museum, seyogyanya kita melakukan upaya-upaya terpadu dan terkoordinasi untuk mendorong peningkatan profesionalisme di kalangan pekerja dan pengelola lembaga ini. Belajar dari luar, terlihat benar bahwa tumbuhnya apresiasi dan penghargaan publik selalu sejalan dengan capaian pihak museum untuk meningkatkan pengelolaan dan fasilitasnya serta penyempurnaan koleksinya dengan dukungan segala data berikut fakta-fakta sejarah yang teruji. Kita perlu melakukan sinergitas yang melibatkan segenap stakeholder guna melakukan pembenahan menyeluruh, terlebih mengingat museum dalam perannya sebagai Rumah Budaya merupakan salah satu sarana pembangunan karakter dan pekerti bangsa (nation and character building).

 

Bagaimana dengan Museum Rudana sebagai Rumah Budaya? Apa wujud kegiatannya?


Museum Rudana, sedini kehadirannya, telah tampil mewujudkan berbagai peristiwa kesenian dan kebudayaan, yang bukan hanya mengapresiasi capaian kreatif pribadi-pribadi seniman modern maupun kontemporer yang piawai, namun juga seniman-seniman tradisi yang mumpuni. Setiap acara yang diselenggarakan dirancang melalui pertimbangan dan tahapan yang mengacu pada apa yang disebut sekala dan niskala. Pertimbangan sekala tercerminkan pada tema utama, bentuk kegiatan serta pilihan wujud artistik, berikut hal-hal teknis terkait lainnya. Sedangkan yang niskala adalah nilai-nilai filosofi yang mengacu pada kearifan lokal, akar tradisi dan juga nilai-nilai luhur lainnya. Maka dari itu, Museum Rudana beserta aktivitas seni budayanya selama ini, dapat dimaknai sebagai sebuah 'ritual' persembahan kepada Yang Maha Indah.

 

Sehubungan visi tersebut, Museum Rudana telah berulang mengadakan event-event seni budaya. Kesemuanya menegaskan bahwa museum juga dapat menjadi wadah aktivitas yang turut menggelorakan upaya-upaya pencapaian seni yang bersemangat kekinian tanpa harus tercerabut dari akar kultur warisan para leluhur. Misalnya melalui pameran seni rupa karya para maestro seperti Srihadi Soedarsono, Gusti Nyoman Lempad, Made Wianta, Nyoman Gunarsa, Wayan Bendi, Made Djirna, Ida Bagus Indra, Nyoman Erawan, serta lain sebagainya. Di samping itu, dilangsungkan pula diskusi-diskusi kultural dengan aneka topik yang kontekstual. Bahkan kami pun menggelar perhelatan seni budaya yang berupaya menawarkan interpretasi atas nilai-nilai warisan kultural tradisi, sebagaimana tercermin dalam Pagelaran Seni Budaya JOGED, hingga lomba esai populer bagi para pelajar bertema 'Harapan Masyarakat Terhadap Pemimpin Masa Depan Indonesia'.

 

Secara khusus kami juga menciptakan sebuah Prosesi Tari Angkus Prana yang menghadirkan nuansa yang reflektif meditatif, di mana setiap unsur hadir membangun suatu rangkaian yang utuh dan padu serta menyarankan bentuk-bentuk simbolis tertentu. Sebuah kolaborasi kreatif Suara, Rupa dan Kata bertajuk Panca Tan Matra juga kami persembahkan pada tahun 2010, menghadirkan musisi dunia asal Brazil Toninho Horta, Dwiki Dharmawan, Nyoman Windha, koreografer Nyoman Sura serta penyair Warih Wisatsana.

 

Perlu ditambahkan pula, bahwa berbagai program yang telah dilaksanakan tersebut, pada hakikatnya adalah refleksi lebih jauh atau alih kreasi lebih mendalam dari peristiwa seni dan budaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Seni Rudana sebelumnya, yaitu Pameran Modern Indonesia Masters (2007), Sinergi Seni Membangun Indonesia (2008), Tri Sakti (2008), serta lain sebagainya.

 

Anda terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia dalam usia yang relatif muda. Bagaimana perkembangan museum di Tanah Air belakangan ini, dan apa program visioner Anda?

 

Ini merupakan panggilan dan kepercayaan. Saya ingin mendorong lahirnya suatu kepedulian masyarakat terhadap warisan luhur budaya bangsa melalui museum.

 

Sebab melalui museum, beserta koleksi adiluhungnya, kita dapat mempelajari keagungan masa silam seraya menggagas kemungkinan masa depan tanpa lalai atau abai pada upaya menyikapi dan memaknai kekinian secara lebih kreatif. Bila hal ini telah tercapai, saya berkeyakinan, kita akan mampu mewujudkan semangat Seni-Budaya sebagai Jiwa Bangsa, yang menaungi dan meneduhkan seluruh sisi kehidupan kita.

 

Untuk itulah, AMI mencanangkan program-program yang mengacu pada pendidikan dan kebudayaan terkait keberadaan museum yang dikontekstualisasikan dengan permasalahan-permasalahan terkini di Indonesia. Adapun pilihan kegiatannya diupayakan merangkum berbagai persoalan yang bersifat esensial, struktural dan kontekstual, termasuk di dalamnya mensinergikan bidang pendidikan dan kebudayaan berikut bidang-bidang lainnya.

 

Tujuan akhir serta sasaran utama dari setiap program tidak lain ialah Pembangunan Karakter dan Pekerti Bangsa (Nation and Character Building), menuju terwujudnya masyarakat adil dan makmur, sesuai cita-cita para founding father. Kegiatan-kegiatan dimaksud, baik berupa pameran, dialog, penerbitan atau pertunjukan, dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, mengundang budayawan, tokoh dan pakar berbagai bidang yang memiliki perhatian pada kemajuan kebudayaan dan pendidikan di Indonesia. Melalui acara yang mentradisi tersebut, diharapkan tersemai gagasan-gagasan bernas, cerdas, dan visioner serta mencerahkan, sehingga melahirkan agenda-agenda aksi yang terarah, terukur dan terpadu.

 

Selain itu, sebagai wujud apresiasi terhadap Seni Budaya bangsa, AMI juga mengadakan dokumentasi atas berbagai wujud kultural Nusantara demi melestarikan dan mengenalkan kembali bentuk-bentuk capaian para pendahulu negeri ini, termasuk nilai-nilai luhur atau kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Kami berharap melalui program ini para pakar berbagai bidang, akademisi, serta generasi muda dapat mengkajinya secara lebih tajam sekaligus mendalam, sehingga dapat diimplementasikan bagi penataan maupun perkembangan kebudayaan di masa mendatang.

 

Kita tentu merasa tergugah atas kondisi museum-museum yang kurang mendapat perhatian. Karenanya, usaha-usaha revitalisasi permuseuman pun menjadi skala prioritas AMI, didukung dengan penetapan program kerja yang disusun dalam tiga termin, yakni dalam jangka pendek, jangka panjang serta beragam agenda berkala lainnya, yang masing-masing dimaksudkan sebagai ruang apresiasi atas jalan capaian serta prestasi dari para seniman maupun budayawan yang sumbangsih dan dedikasinya telah teruji. Dengan demikian, agenda-agenda ini merupakan kesatuan tahapan komprehensif dengan mengedepankan sisi-sisi edukatif dan apresiatif, sebagaimana diwujudkan melalui serangkaian aktivitas diskusi, sarasehan, menampilkan para pakar berbagai bidang yang memiliki intensitas perhatian di bidang pendidikan dan kebudayaan.

 

Kami juga menyadari bahwa tentu ada banyak pihak yang sejatinya peduli dengan kondisi permuseuman Indonesia. Untuk itu, AMI juga akan menggelar program diskusi Museum Mendengar, bertujuan menjaring gagasan-gagasan kreatif serta pandangan-pandangan kritis dari masyarakat yang dapat dielaborasi menjadi sumbang-saran bagi pembenahan dan revitalisasi museum.

 

Mengawali program tersebut, Museum Rudana telah menggelar dialog Pesamuan Budaya, dengan tajuk 'Budaya Politik dan Masa Depan Ke-Indonesia-an Kita', menghadirkan pembicara budayawan Romo Mudji Sutrisno, budayawan Radhar Panca Dahana serta Fajar Arcana selaku Redaktur KOMPAS.

 

Menarik program Anda untuk melakukan Pesamuan Budaya dengan topik Budaya Politik dan Masa Depan Keindonesiaan Kita. Bisakah diterangkan lebih jauh?

 

Ya, Pesamuan Budaya merupakan agenda berkala dari Yayasan Seni Rudana serta Pusat Penelitian, Pengkajian dan Dokumentasi Budaya DESTAR. Sebagai sebuah lembaga kebudayaan yang berupaya berkontribusi bagi pengembangan kehidupan kultural bangsa berikut pelestarian sekaligus eksplorasi atas berbagai ragam seni Nusantara, DESTAR telah menggelar dua agenda dialog yang membahas dua topik berbeda, yakni 'Kebudayaan Bali dalam Tantangan Kepariwisataan Global' dengan pembicara Mantan Menparpostel Joop Ave serta Prof. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D (STUPPA Indonesia). Seri-seri diskusi lainnya turut pula digelar, mengulas problematik-problematik kepariwisataan berikut strategi kebudayaan yang patut diperjuangkan secara menyeluruh.

 

Adapun Pesamuan Budaya bertajuk 'Budaya Politik dan Masa Depan Ke-Indonesia-an Kita' tersebut digagas dan diselenggarakan dengan maksud serupa, secara khusus membahas tantangan serta peluang bangsa Indonesia dalam menghadapi aneka persoalan kekinian, mulai dari politik, sosial, kebudayaan serta perihal merosotnya mentalitas anak bangsa yang tercermin dari kian mengemukanya kasus-kasus korupsi, kolusi dan nepotisme berikut terabaikannya etika-etika kesantunan di berbagai bidang kehidupan.

 

Itulah sebabnya kegiatan ini juga didedikasikan bagi kemajuan kebudayaan serta kehidupan berbangsa yang lebih demokratis, humanis, dengan menjunjung penghormatan akan keberagaman atau kebhinnekaan. Topik tersebut juga selaras dengan upaya membangun budaya politik yang lebih sehat dan produktif. Saya berkeyakinan, bila sungguh memahami serta menghayati nilai-nilai kultural luhur bangsa, seorang politisi ataupun pejabat manapun dapat menjadi sosok negarawan, yang senantiasa memuliakan ketulusan dalam mengabdi demi kemajuan bangsa, melalui penerapan tatanan kebijakan yang tepat bagi seluruh rakyat. Di sisi lain, menurut saya pribadi, dialog ini merupakan sebuah upaya kontemplasi yang bersifat reflektif sekaligus sebentuk sumbang saran dari The Rudana untuk kehidupan kebudayaan dan kebangsaan kita yang lebih mulia.

 

Dilansir dari : www.inibumi.com (edisi 9 Januari 2014)

 

 

MELUHURKAN MUSEUM, MEMULIAKAN KEBUDAYAAN



-Kutipan pernyataan Putu Supadma Rudana (Ketua Umum AMI), dihadapan Para  Ibu Negara serangkaian Spouse Program KTT ASEAN, 18 November 2011-

 

 

 

RAPIMNAS AMI 2015

  • IMG-20151108-WA0005
  • IMG-20151108-WA0006
  • IMG-20151108-WA0009
  • IMG-20151108-WA0010
  • IMG-20151108-WA0013
  • IMG-20151108-WA0014
  • IMG-20151108-WA0008
  • Klik untuk menyimak berita selengkapnya RAPIMNAS AMI 2015 ...
  • Klik untuk menyimak berita selengkapnya RAPIMNAS AMI 2015 ...
  • Klik untuk menyimak berita selengkapnya RAPIMNAS AMI 2015 ...
  • Klik untuk menyimak berita selengkapnya RAPIMNAS AMI 2015 ...
  • Klik untuk menyimak berita selengkapnya RAPIMNAS AMI 2015 ...
  • Klik untuk menyimak berita selengkapnya RAPIMNAS AMI 2015 ...

Kilas Pandang AMI

SELAYANG PANDANG MUNAS III ASOSIASI MUSEUM INDONESIA(AMI) & ANJANGSANA MUSEUM KETUA UMUM TERPILIH

Kilas Lintas Rakor AMIDA

  • IMG 4560
  • IMG 4485
  • IMG 4532
  • IMG 4589
  • IMG 4611
  • IMG 4614
  • IMG 4616
  • IMG 4621
  • IMG 4636
  • IMG 4637
  • IMG 4790
  • IMG 4800
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......
  • Klik untuk simak berita selengkapnya tentang Rakor AMIDA di TMII, 17-19 April 2015 .......

Dari Kami

  • Keluarga Besar Asosiasi Museum Indonesia Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
    Semoga damai senantiasa menyertai kita. Salam Museum Di Hatiku.
  • Ingin tahu rumah budaya bangsa di seluruh Indonesia?
    Silakan klik:
     Profil Museum

logo AMI

Berbagi Melalui Media AMI

  • Buletin AMI Depan

  • AMI -final 10042015 checked-page-001

  • Teaser Media AMI



  • Ingin Media AMI dikirimkan ke museum/instansi Anda?

    Kabarkan kepada redaksi melalui:

    This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Silakan Baca Media AMI edisi 2014. Unduh tersedia di sini.
  • Silakan Baca Media AMI edisi 2015. Unduh tersedia di sini.
  • Silakan Baca Media AMI edisi 2016. Unduh tersedia di sini.

Kertas Kerja Permuseuman

  • Teaser Presentasi Ketum AMI
  • Slide01
  • Teaser Presentasi AMIDA Sulawesi
  • Presentasi dari Ketua Umum AMI. Paparan arah kebijakan organisasi.
  • Paparan dalam kegiatan Rapat Kerja Kementerian Koordinator Maritim, Banten - Mei 2016.
  • Aspirasi dari AMIDA Sulawesi. Gagasan pengembangan permuseuman di daerah.

Paparan Para Pakar

  • Slide1
  • Teaser Presentasi Jefri Riwu Kore
  • Teaser Presentasi Harry Widianto
  • Teaser Presentasi Roy Suryo
  • Teaser Presentasi Firmansyah Lubis
  • Unduh makalah dari Komisi X DPR-RI, Ridwan Hisjam. Perspektif strategis perkembangan permuseuman.
  • Unduh makalah dari Komisi X DPR-RI, Jefirstson Riwu Kore. Pandangan mendalam atas museum di Nusantara.
  • Unduh presentasi dari Direktur PCBM Kemdikbud RI, Harry Widianto. Deskripsi komprehensif permuseuman kita.
  • Unduh paparan pakar telekomunikasi, Roy Suryo. Kemungkinan implementasi teknologi digital bagi kemajuan museum.
  • Unduh makalah dari Direktur e-Government, Firmansyah Lubis. Pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan museum.

AGENDA AMIDA

  • IMG-20151117-WA0007IMG-20151117-WA0008



Maestro

  • Obituari Taufiq Kiemas 
    (31 Desember 1942 - 8 Juni  2013)

    Obituari Taufiq kiemas
    Berpulang ke haribaan Tuhan, Bapak Taufik Kiemas, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. Kita kehilangan suri tauladan yang memuliakan bangsa.
  • OBITUARI MOH. AMIR SUTAARGA 
    (5 Maret 1928—1 Juni 2013)

    amir sutaargaKalangan permuseuman dan juga kebudayaan Indonesia kehilangan salah satu tokoh mumpuni, Moh Amir Sutaarga. Beliau berpulang kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa pada 1 Juni 2013 pukul 08.05 WIB di Jakarta. 

  • OBITUARI GATHUT DWI HASTORO 
    (3 Mei 1964 - 29 Maret 2016)

    224046 107043152717835 1902923 nTelah berpulang, Bapak Gathut Dwi Hastoro, Ketua AMIDA DKI Jakarta "Paramita Jaya", pada Selasa, 29 Maret 2016 sekitar pukul 21.10 WIB. Beliau yang juga lama mengabdi sebagai Ketua UPK Kota Tua Jakarta merupakan sosok pejuang dan pengabdi permuseuman Indonesia. 
  • Obituari Tri Prastiyo

    Tri PrastiyoKeluarga permuseuman Indonesia kembali kehilangan. Salah satu pejuang museum yang selama ini dikenal berdedikasi dalam mengelola Museum Kereta Api Ambarawa, Tri Prastiyo, dikabarkan berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa pada April 2016.
     

JELAJAH

Ingin Penelitian Rawa? Datang saja ke Museum Rawa Indonesia

 

Tahun 1993, Rubiyanto H Susanto, saat kali pertama melakukan penelitian mengenai rawa di Sumatera Selatan, mengalami kesulitan mendapatkan data. Pengalaman tersebut lantas mendorong guru besar dari Universitas Sriwijaya ini mendirikan museum mengenai rawa. Selengkapnya ....

 


Jalan-Jalan ke Museum Trinil, Yuk...

 

Madiunpos.com, NGAWI – Ada beberapa tempat di Indonesia yang memamerkan kehidupan pada masa prasejarah. Museum Trinil adalah salah satu tempat yang menampilkan kehidupan masa prasejarah itu dan menjadi andalan pariwisata Ngawi. Selengkapnya ....

Prasasti

PRASASTI ULUBELU

 

Prasasti Ulubelu adalah salah satu dari prasasti yang diperkirakan merupakan peninggalan Kerajaan Sunda dari abad ke-15 M, yang ditemukan di Ulubelu, Desa Rebangpunggung, Kotaagung, Lampung pada tahun 1936. Prasasti Ulubelu saat ini disimpan di Museum Nasional, dengan nomor inventaris D.154.Read more ....

 

Tutur Luhur

  • Ir. Soekarno

     Ir SoekarnoAlangkah terharunja hati saja tatkala saja mengundjungi suatu museum di Mexico-city. Museum itu ialah museum Sedjarah Perdjoangan Nasional Mexico. Saja terharu Read more......
  • Susilo Bambang Yudhoyono

    sby pidato Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT karena pada sore hari ini kita dapat menyaksikan Peresmian Museum Jenderal Besar Doktor Abdul Haris Nasution sebagai Read more .....
  • Sir Rudolf Bing

    Pada galibnya, kita serupa dengan museum. Aku juga terpanggil mempersembahkan karya masterpiece dalam sentuhan modern.
  • Pablo Picasso 


    Berilah aku sebuah museum dan aku akan mengisinya dengan karya adiluhung

Kabar Museum

Obituari Nyoman Gunarsa

Obituari Nyoman Gunarsa
TINGGALAN TOREHAN KUAS NYOMAN GUNARSA

Keluarga Besar permuseuman kembali berduka atas berpulangnya Sang Maestro Nyoman Gunarsa pada Minggu, 10 September 2017 lalu. Selama hidupnya, selain sebagai seniman lukis penuh talenta, Beliau dikenal intens merawat, melestarikan dan mengembangkan seni budaya, baik di Bali maupun Nusantara.

Read more...

Gelar Pertemuan Nasional, AMI Bahas Managemen Pengelolaan Museum

Gelar Pertemuan Nasional, AMI Bahas Managemen Pengelolaan Museum

 

Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan Kebudayaan menggelar Pertemuan Nasional Museum, yang bertema Museum Sebagai Sumber Belajar dan Pendidikan Karakter Bangsa di Yogyakarta 16 – 19 Mei 2017 di hotel Sahid Rich Yogyakarta.

Read more...

400 Pengelola Museum Bahas Permuseuman di Indonesia

400 Pengelola Museum Bahas Permuseuman di Indonesia

 

Indonesia memiliki ratusan museum baik yang dikelola pemerintah, swasta maupun perorangan. Namun banyak museum yang kondisinya kurang perhatian dan jarang dikunjungi masyarakat. Masalah managemen pengelolaan menjadi masalah penting bagi museum di Indonesia.

Read more...

Jogja Tuan Rumah Pertemuan Nasional Museum Se-Indonesia 2017

Jogja Tuan Rumah Pertemuan Nasional Museum Se-Indonesia 2017

 

Jogjakarta menjadi tuan rumah Pertemuan Nasional Museum se-Indonesia 2017. Acara yang digelar Sahid Rich Hotel, Jalan Magelang, 16-19 Mei ini diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kerja sama dengan Pemprov DIJ dan Asosiasi Museum Indonesia (AMI).

Read more...

Indonesia Bisa Contoh Singapura dan Eropa Kembangkan Museum

Indonesia Bisa Contoh Singapura dan Eropa Kembangkan Museum

Komisi X DPR memberikan catatan kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud mengenai perkembangan museum. Salah satunya mengenai data dan informasi Lembaga museum bagi masyarakat.

Read more...

Liburan Natal, Museum Brawijaya Jadi Perhatian Khusus Para Wisatawan

Liburan Natal, Museum Brawijaya Jadi Perhatian Khusus Para Wisatawan

 

MALANGTIMES - Liburan Natal dan Tahun Baru tahun ini, Kota Malang dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah. Banyak tempat di Kota Malang yang menjadi perhatian khusus para wisatawan. Salah satunya adalah Museum Brawijaya Malang.

Read more...

12 TAHUN TSUNAMI ACEH: Peringati 12 Tahun, Museum Tsunami Dibuka Malam Hari

12 TAHUN TSUNAMI ACEH:

Peringati 12 Tahun, Museum Tsunami Dibuka Malam Hari

 

GEMPA dan tsunami di Aceh yang terjadi tanggal 26 Desember 2004 silam sudah lewat 12 tahun. Meski telah berlalu, tetapi ini tidak layak untuk dilupakan begitu saja. 

Read more...

Dinobatkan Jadi Bapak Permuseuman Indonesia, SBY Bicara Cinta Sejarah

Dinobatkan Jadi Bapak Permuseuman Indonesia, SBY Bicara Cinta Sejarah

Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianugerahi gelar oleh Asosiasi Museum Indonesia (AMI) sebagai Bapak Permuseuman Indonesia. Penghargaan ini diberikan karena kontribusinya dalam mengawal perkembangan museum Nusantara.

Read more...

Titik Pandang

MEMULIAKAN KEINDONESIAAN KITA

Oleh : Supadma Rudana*

 

Salam Bhinneka Tunggal Ika

 

Ketum AMIMedia sederhana ini merupakan bagian dari pelaksanaan program dan agenda Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Pusat yang bermuara pada satu sasaran utama, yakni pembangunan karakter dan pekerti bangsa (nation and character building) sebagai landasan terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, semulia cita-cita para founding father. Read more ....

Ulas Gagasan

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
(Impian Lama yang Belum Terwujud)

Oleh : Nunus Supardi (Pemerhati Kebudayaan)

 

 

Salah satu bidang yang setiap musim kampanye, baik calon legislatif (DPR dan DPRD) maupun calon pejabat eksekutif mulai dari calon bupati dan wakil bupati, calon walikota dan wakil walikota sampai pada calon presiden dan wakil presiden, yang jarang disentuh sebagai materi kampanye adalah masalah kebudayaan. Kalau toh muncul, hanya sebatas kulitnya. Belum terungkap secara menyeluruh tentang arti dan peran kebudayaan, melainkan hanya sebatas kesenian saja. Tidak sampai pada perbincangan mengenai seluruh aspek dan unsur yang terkandung dalam kebudayaan. Read More....

 

Ikuti Kami di :

facebook icon Ami Pusat atau 

 Twitter-Vector-Icon@asosiasimuseum